25 Agustus 2017

Tips Upgrade RAM Laptop

Tips Upgrade RAM Laptop

RAM adalah singkatan dari Random Access Memory yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara. Ketika laptop dimatikan, maka data-data yang tersimpan di RAM akan hilang. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan hard disk yang dapat menyimpan data permanen meskipun laptop dimatikan. RAM juga berfungsi untuk meningkatkan kinerja laptop. Semakin besar kapasitas RAM laptop, maka akan semakin cepat performa laptop tersebut.

Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan bantuan laptop. Misalnya mengetik, mengedit, menonton, desain, bermain game dan lainnya. Nah salah satu aktivitas yang disebutkan tadi akan membutuhkan RAM yang besar agar dapat berjalan sesuai dengan harapan. Aktivitas apa itu? Mengedit. Baik mengedit video atau gambar akan membutuhkan RAM berkapasitas besar agar laptop tidak ngelag. Yang paling terasa itu ketika mengedit video. Apabila RAM hanya 2GB jangan berharap untuk mendapatkan proses editing yang maksimal. Begitu juga dengan proses rendering, akan membutuhkan RAM yang sangat besar agar bisa selesai dalam waktu yang singkat. Jika Anda hanya memiliki RAM bekapasitas 2GB-4GB saja, maka siap-siap saja menunggu proses rendering berjam-jam lamanya dann bahkan bisa sehari.

Dengan mengingat pentingnya RAM dalam performa dan kinerja laptop, maka banyak orang yang melakukan upgrade RAM. Dengan melakukan upgrade RAM diharapkan bisa meningkatkan performa laptop.

Nah, untuk upgrade RAM ini tidak sembarangan loh. Tidak main asal upgrade saja. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika hendak melakukan upgrade RAM. Berikut penjelasannya.

Tips Upgrade RAM Laptop


Sesuaikan dengan Kebutuhan

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah kebutuhan upgrade. Misalnya kebutuhan buat editing video minimal 8GB untuk mendapatkan performa yang tidak ngelag. Maka lakukan upgrade RAM hanya sebesar itu saja. Berapa kapasitas RAM yang harus ditambah, itu Anda sendiri yang menentukannya.

Jangan buru-buru melakukan upgrade RAM, pastikan dan yakini berapa kapasitas RAM yang akan dibutuhkan untuk menunjang aktivitas Anda. Banyak kejadian karena ingin mendapatkan performa yang lebih, seseorang melakukan upgrade RAM dengan kapasitas yang sangat besar. Tentu hal ini sangat tidak dianjurkan. Takutnya kalau tidak sesuai kebutuhan, nantinya kapasitas RAM yang tidak terpakai akan terbuang alias mubazir. Begitu juga jika upgrade RAM dengan kapasitas yang terlalu kecil atau tidak sesuai kebutuhan akan mengakibatkan tidak ada efek apapun terhadap performa laptop. Jadinya kan sia-sia kalau begini, mending gak usah upgrade kalau tidak ada perubahan performa.

Anda bisa bertanya kepada teman atau orang yang sudah ahli dalam dunia komputer untuk menanyakan perihal ini. Jika Anda menganggap tidak apa-apa kalau melakukan upgrade RAM dengan kapasitas sebesar-besarnya, tentu hal inilah yang nantinya bisa jadi masalah. Perlu teman-teman ketahui bahwa setiap laptop itu memiliki kapasitas maksimal penggunaan RAM. Jika Anda melakukan upgrade RAM ternyata melebihi batas maksimal, yang akan terbaca hanya sebatas kapasitas maksimal RAM itu saja dan kapasitas yang tidak terbaca akan terbuang. Tentu hal seperti ini sangat disayangkan jika terjadi.

Perhatikan Sistem Operasi yang Digunakan

Perhatikan sistem operasi yang terinstal pada laptop Anda. Yang perlu Anda perhatikan disini adalah arsitektur yang digunakan, apakah laptop Anda menggunakan sistem operasi 32-bit atau 64-bit. Perbedaan mendasar pada 32-bit dan juga 64-bit adalah terletak pada banyaknya kapasitas register yang dapat ditangani oleh suatu central processing unit (CPU) dalam satu kali perhitungan. Tentunya sistem opersai yang menggunakan arsitektur 64-bit memilki jumlah penanganan yang lebih banyak daripada sistem operasi dengan arsitektur 32-bit. Untuk mengenai batas limit memory pada sistem operasi ada pada tabel di bawah ini.
Version Limit on X86 (32-bit) Limit on X64(64-bit)
Windows 7 Ultimate 4GB 192GB
Windows 7 Enterprise 4GB 192GB
Windows 7 Professional 4GB 192GB
Windows 7 Home Premium 4GB 16GB
Windows 7 Home Basic 4GB 8GB
Windows 7 Starter 2GB N/A
Version Limit on X86 (32-bit) Limit on X64(64-bit)
Windows 8 Enterprise 4GB 512GB
Windows 8 Professional 4GB 512GB
Windows 8 4GB 128GB
Version Limit on X86 (32-bit) Limit on X64(64-bit)
Windows 10 Enterprise 4GB 2TB
Windows 10 Education 4GB 2TB
Windows 10 Pro 4GB 2TB
Windows 10 Home 4GB 128GB
Perhatikan tabel di atas, kita mengambil contoh dari Windows 10 saja. Windoows 10 32-bit memiliki batas limit memorinya hanya 4GB. Dengan begitu jika Anda memasang RAM dengan kapasitas lebih dari 4GB pada Windows 10, maka yang akan terbacanya hanya 4GB. Sedangkan untuk Windows 10 64-bit bisa mencapai 2TB. Itulah yang menjadi salah satu alasan banyak orang yang menggunakan sistem operasi yang 64-bit.


Perhatikan Kapasitas Maksimal Memory Laptop

Sebelumnya kita telah menyinggung sedikit mengenai kapasitas maksimal RAM dari sebuah laptop yang juga harus diperhatikan. Setiap jenis laptop memiliki maksimal pembacaan besarnya kapasitas RAM yang berbeda-beda tergantung processor yang digunakan. Misalnya max memory size (Ukuran Maksimal Memory)  adalah 8GB, maka kapasitas maksimal yang dapat dibaca hanya sebatas 8GB. Jika Anda tetap memaksakan untuk upgrade lebih besar dari kapasitas maksimal, maka hasilnya akan percuma.

Perhatikan Frekuensi RAM

Ketika ingin melakukan upgrade RAM, maka perhatikan frekuensi RAM bawaan laptop Anda. Jika RAM bawaan tipenya DDR3 PC3-10700 (667 MHz), maka RAM baru yang akan ditambahkan juga harus sama persis. Jika Anda melakukan upgrade RAM yang tidak cocok, maka RAM baru akan mengikuti frekuensi RAM bawaan laptop. Misalkan RAM bawaan laptop tipenya DDR3 PC3-10700 (667 MHz), kemudian RAM baru yang ditambahkan memiliki tipe DDR3 PC3-12800 (800 MHz) maka RAM baru akan mengikuti frekuensi RAM bawaan dan tentunya kecepatan RAM akan menjadi lebih kecil.

Perhatikan Tipe RAM

Sebelum upgrade RAM laptop, Anda harus mengetahui tipe RAM yang digunakan. Misalnya SODIMM DDR3 8GB PC3-12800 (800 MHz). SODIMM (Small Outline Dual Inline Memory Module) adalah jenis RAM yang digunakan pada laptop, sedangkan kalau yang dipakai pada PC disebut dengan DIMM. DDR3 menunjukkan bahwa tipe RAM yang digunakan adalah DDR3. 8GB adalah kapasitas dari RAM dan PC3-12800 (800 MHz) menunjukkan tipe memorinya yang memiliki kecepatan 800MHz.

Ada tips tambahan nih teman-teman. Coba perhatikan gambar di bawah ini. Ada perbedaan yaitu PC3L dan PC3. Kode L artinya RAM tersebut Low Voltage alias hemat energi. Sama-sama menggunakan DDR3 hanya saja perbedaan yang paling menonjol disini adalah tegangan yang digunakan pada kedua jenis RAM ini. DDR3 menggunakan tegangan 1,5 volt sedangkan DDR3L menggunakan tegangan 1,35 volt/1.25 volt. Oleh karena itu DDR3L lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan RAM DDR3.

Jika RAM laptop Anda tidak low voltage, maka jangan coba-coba untuk mengganti dengan RAM yang low voltage. Saya pernah ingin mengupgrade RAM laptop. Kemudian saya datang ke toko komputer dan kemudian teknisi membongkar laptop saya untuk mengecek spesifikasi RAM. RAM saya tidak low voltage, sedangkan mereka hanya menyediakan RAM low voltage. Teknisi itu mengatakan tidak bisa melakukan upgrade karena beda tegangannya.
Tips Upgrade RAM Laptop
Tips Upgrade RAM Laptop
Sekian tips upgrade RAM laptop ini. Semoga dapat membantu dan dapat menambah pengetahuan teman-teman semuanya tentang RAM.

Jika ada tambahan mengenai tips upgrade RAM laptop silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini. Kalau ada pertanyaan bisa juga dengan menuliskan ada kolom komentar di bawah atau bisa langsung menghubungi kontak kami.

Postingan ini memiliki 0 komentar

Kami telah menyediakan kolom komentar di bawah ini. Silahkan berkomentar dengan sopan dan dengan kata-kata yang mudah dipahami. Mohon maaf jika balas komentarnya agak lama karena kami tidak online 24 jam. Kemudian kami juga meminta maaf karena semua komen tidak bisa dibalas satu-persatu.